Kepsek di Dua Sekolah,Tugas Atau Kepentingan Politik

0
522

PEMALANG JATENG,Zonadinamika.com. Merangkap jabatan tidaklah mudah dan tentu saja membutuhkan ketangkasan dan kecakapan tersendiri.Hal ini rupanya tengah di lakoni Bambang Sulis Setianto,S.Pd yang merangkap jabatan sebagai kepala sekolah.

Sudah sekitar 8 bulan lebih Bambang merangkap 2 sekolah sekaligus di 2 kecamatan berbeda.SMPN 2 Moga yg berada di Kecamatan Warungpring dan SMPN 1 Randudongkal di Kecamatan Randudongkal.Belum lagi,Bambang juga memegang jabatan ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) untuk sub Pemalang selatan dan juga masih sebagai konsultan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran).

Sebenarnya jabatan tersebut dan sebanyak itu patut di acungi jempol.Namun sayang,manakala Zona Dinamika mendapatkan info di lapangan terkait ada salah satu siswa miskin di SMPN 1 Randudongkal yang tidak mau di publikasikan identitasnya,yang tersisihkan dan harus pindah sekolah karena di duga sering tidak membayar iuran sekolah,sehingga secara halus pihak sekolah melalui wali kelasnya menganjurkan pindah sekolah.

“Kasihan itu bang,anak orang tidak mampu,hanya gara-gara tidak mampu bayar iuran di sekolah malah di suruh pindah”.Ungkap narasumber yang tidak ingin di publikasikan,dengan nada agak geram.

Namun demikian,sangat di sayangkan,Bambang belum bisa dimintai klarifikasi,hingga 4 kali Zona Dinamika pulang pergi ke 2 sekolah tersebut dan di hari yang berbeda.Ironisnya,guru yang bisa ditemui saat itu terkesan saling lempar posisi.”Mohon maaf pak kepala sekolah sekarang ada di SMPN 1 Randudongkal”.Jawab,Teguh,S.Pd,bagian kesiswaan SMPN 1 Moga,waktu itu.

Begitu pula sebaliknya,bahkan pihak SMPN 1 Randudongkal sempat menanyakan kartu pengenal dan juga kartu tanda tugas dari dinas.”Maaf pak KS sedang berada di SMPN 2 Moga”.Ungkap Manaf Ruba’i,S.Pd wakil kepala sekolah SMPN 1 Randudongkal,di hari yang berbeda.

Beruntung Zona Dinamika sempat mendapatkan bukti dan mengabadikan data siswa yang telah pindah,dan dalam satu tahun ajaran 2016 tercatat 2 siswa keluar.Hal ini pun tidak ada satu guru yang berani berkomentar dan menjelaskan detil dan hanya berdalih mereka pindah karena mengikuti orang tua,di duga pihak sekolah menutupi masalah siswa miskin yang telah di usir secara halus.( SatriyoAdie)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY