Lagi, Soal Dana Desa Meranti Paham Pelaksanaan Dituding Tak Ikuti Rencana.

0
861

Lewatkan ke konten
Menggunakan Gmail dengan pembaca layar
Budiman
3 dari 2.409
Berita derah Labuhanbatu
Kotak Masuk
x
fadhly.n3ws

Lampiran27 Okt (1 hari yang lalu)

Labuhanbatu. zonadinamika.com. Tahap pertama pengucuran Dana Desa sudah dilaksanakan, pekerjaan pembangunan fisik menggunakan dana tersebut juga sudah dilaksanakan desa penerima bantuan.

Hasil infestigasi reporting Senin (26/10), terlihat dibeberapa desa di kecamatan Panai Hulu kabupaten Labuhanbatu pengerjaan fisik berupa peningkatan badan jalan dan rehap sekolah menggunakan dana desa ada yang sudah selesai 100 persen.

Namun, berbeda dengan penggunaan dana desa untuk pembangunan fisik di desa Meranti Paham kecamatan Panai Hulu yang terkesan tertutup dan terlihat kurang perencanaan membuat 3 pengerjaan pengerasan yang dilaksanakan terlihat amburadul.

Sebelumnya, hasil pengamatan wartawan di 3 titik pengerasan badan jalan di desa itu, tak satu pengerjaanpun yang terlihat selesai 100 persen. Tanah jenis petrun yang digunakan terlihat belum rata, bahkan ada bagian badan jalan yang tidak tertutupi tanah jenis petrun.

Selain itu, terkesan jenis tanah petrun yang digunakan sebagai bahan material masih muda. Pasalnya, warna batu petrun yang digunakan terlihat berwarna putih dan mudah hancur menjadi abu bila digiling ban kenderaan yang melintas dijalan yang dikerjakan.

Sementara, desa lain yang juga berada dikecamatan itu penerima dana desa jumlahnya dibawah yang diterima desa Meranti Paham bisa menyelesaikan pengerjaan fisik 100 persen. Misalnya desa Tanjung Sarang Elang dan desa Cinta Makmur.

Menurut Mugi Sekretaris Desa Cinta Makmur, pengerjaan fisik berupa jalan beton dengan volume lebar 1, 5 m, panjang 300 m dan jembatan dengan volume lebar 2 meter x 5 meter sudah selesai dikerjakan dengan menggunakan dana desa tahap pertama. Sementara itu, total jumlah Dana desa yang diterima desa Cinta Makmur sebesar Rp. 293 juta.

“Rancangan yang dibuat ada 4 titik pembangunan fisik menggunakan dana desa, 2 sudah selai, dan 2 lagi nanti dikerjakan setelah dikucurkan dana tahap ke 2. Arahan dari PMDK memang seperti itu, dana tahap pertama menyelesaikan pekerjaan yang dinilai ranking pertama saat pengajuan, kalau semua pekerjaan dikerjakan ya semuanya terbengkalai”sebutnya.

hal senada berkaitan dengan sistem penggunaan dana desa untuk pekerjaan fisik juga dikatakan Kepala Desa Tanjung Sarang Elang Fauzi, didesa yang dipimpinnya dengan menggunakan dana desa tahap pertama sudah menyelesaikan 3 pengerjaan fisik dari 5 yang dirancang.

“Yang sudah 100 persen selesai dikerjakan menggunakan dana desa tahap pertama, pengerasan jalan menggunakan batu jenis petrun dengan volume 2,5 m x 340m, rehap sekolah MDS 2 lokal, dan normalisasi parit, ada 2 titik pengerjaan lagi nanti tahap ke 2 baru dilaksanakan, kalau dana tahap pertama itu memang kurang untuk 3 titik, pandai-pandai kita lah mencari donatur dan pengucuran selanjutnya baru diselesaikan.”ujarnya.

Menanggapi, berbedanya sitem pelaksanaan pembangunan fisik menggunakan dana desa di desa Meranti Paham dengan 2 desa yang ada dikecamatan Panai Hulu. A. Harahap Sekretaris GEREM.DESA menilai, pemerintah desa itu yang dipimpin Sugeng Harianto yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kepala desa defenitif selain terkesan kurang berkordinasi dengan elemen masyarakat yang ada didesa, kepala desa itu kurang memahami rencana tang sudah disusun sebelumnya.

“Kalau kades meninggalkan BPD, dan elemen masyarakat lainnya yang ada didesa, dan kades langsung menangani pelaksanaan dana desa, bisa-bisa tujuan dari program pemerintah pusat itu akan jalan ditempat, serta masyarakat desa yang dirugikan, pembangunan desa mandek. Jadi, kita pinta supaya instansi terkait dalam hal ini PMDK Lzbuhanbatu meninjau ulang pelaksanaan dana desa Meranti Paham tersebut”ucapnya. (AFH)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY