Wah…! Pelaksanaan DD dan ADD Desa Meranti Paham Di soal.

0
1013

Labuhanbatu-zonadinamika.com. Setelah disahkannya dan dijalankannya UU nomor 6 Tahun 2014 tentang desa. Pemerintah pusat melalui Kementrian Desa mengelementasikan UU tersebut dengan menyalurkan Dana Desa kerekening Desa melalui Pemerintah Kabupaten/Kota.

Sementara, proritas Penggunaan dana desa untuk membiayai belanja pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan pelaksanaan melibatkan masyarakat desa itu sendiri.

Namun, dilapangan pelaksanaannya terkesan tertutup, sehingga masyarakat desa sebagai objek dana desa tidak sepenuhnya mengetahui aturan main pelaksanaannya. Parahnya, oknum kepala desa penerima dana desa terkesan menyemhunyikannya dari publik.

Seperti, di desa Meranti Paham kecamatan Panai Hulu Labuhanbatu, warga menyoal pelaksanaan dana itu. Pasalnya, selain dinilai tidak transparan penggunaan dana tersebut juga dinilai tidak sesuai aturan
Menurut salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Meranti Paham kepada wartawan sabtu (24/10) pihaknya hanya dilibatkan saat perencanaan. Ketika dana desa dan anggaran dana desa sudah di terima desa, pihaknya tidak pernah dilibatkan.

“Dana itu terlihat sudah direalisasikan, ada 3 titik pengerasan badan jalan yang sedang dikerjakan, sampai saat ini BPD yang terlibat dalam perancangan penggunaan dana desa untuk pengerasan badan jalan itu belum menerima salinan rancangan anggaran sehingga BPD tidak mengetahui berkaitan dengan penggunaan dana desa.”sebut anggota BPD yang tidak ingin ditulis namaya.

Penilaian penggunaan rancangan penggunaan anggaran desa tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan juga diungkap salah seorang oknum mantan Kepala Dusun desa Meranti Paham. Dia mengatakan, penyaluran dana dari pemerintah kedesa itu khusus yang dianggarkan untuk operasional Kepala Dusun tidak sepenuhnya diterima sesuai anggaran yang telah ditetapkan.

“Untuk tahun 2015 ini kan masih Kadus yang lama menerima, saya juga termasuk didalamnya, saya terima dana itu dari Kepala Desa yang baru tidak sesuai dengan yang ada pada anggaran dan yang saya tanda tangani.”ujar mantan Kadus itu tanpa merinci berapa dana yang diterima dan dana yang dianggarkan.

Indikasi Ketidak transparan penggunaan dana desa didesa Merantin Paham juga terlihat dari pernyataan yang disampaikan kepala desa Meranti Paham Sugeng Harianto saat ditanyai wartawan berkaitan dengan Dana Desa. Kepala Desa tersebut kerap mengatakan tidak ingat dan terkesan penyampaian jumlah dana terkesan tidak pasti.

Parahnya, selain Sugeng Harianto terkesan dalam melaksanakan tugas pemerintah desanya berlindung dengan menunjukkan Kartu keanggotaan Lembaga Swadaya Masyarakat yang sebelumnya di ikutinya, kepala desa itu juga terkesan tidak memahami aturan main pelaksanaan Dana Desa.

Soalnya, saat ditanya berkaitan dengan Pendamping Desa bagian teknis, Sugeng Harianto mengatakan pendamping desa bagian teknik ditingkat Kabupaten dan Kecamatan sudah terbentuk, bahkanan petugas teknik dimaksud sudah pernah turun kedesanya, namun tidak bertemu dengan kepala desa itu. Sementara, informasi diperoleh untuk Sumatera Utara sampai saat ini petugas pendamping desa yang direkrut P3MD Provsu belum terealisasi. (AFH)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY