Kadis Pu Batam Dalam Dugaan Korupsi Proyek APBD Tahun 2014 Licin Dari Jeratan Hukum

0
405

Batam-Zonadinamika.com. Teriakan rakyat Indonesia dalam menyuwarakan agar kejahatan pidana korupsi di berantas secara tuntas.
Di sisi lain DPR berupaya merevisi undang-undang sebagai pelemahan kinerja para penegak hukum,khususnya di lembaga KPK.

Mahasiswa di Indonesia meminta kepada lembaga penegak hukum anti korupsi agar melakukan pengusutan secara tuntas.

Provinsi Kepulauan Riau khususnya Pemko Batam seakan-akan mendapat keistimewaan luar biasa dari lembaga penegak hukum, berbagai kasus dugaan korupsi sempat memanas hingga beberapa orang pejabat Pemko Batam keluar masuk gedung Kejaksaan Negeri Batam kini hilang semerlap tidak tahu kemana arahnya.

Sementara pengerjaan proyek semenisasi dengan anggaran APBD kota Batam Rp.1.814.782.322.52,- tanggal kontrak 28-04-2014 semestinya patut di telusuri oleh lembaga penegak hukum .

Dimana di papan nama proyek pembangunan ,Rehabilitasi /Pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah kampung Belimbing di duga mengalami penyimpangan.
Dalam pekerjaan proyek tersebut sempat menimbulkan selisih paham antara warga setempat dengan pihak kontraktor karena pelaksanaan pengerjaan semenisasi adanya dugaan penyimpangan tidak sesuai dengan ketentuan pada gambar maupun bestek yang sebenarnya.

Dimana pada gambar di perintahkan untuk pengerjaannya dengan lebar ruas jalan yang semestinya 4,3 meter ,sementara di sebagian tempat hanya di laksanakan 3,8 meter.

Dalam perjalanan investigasi media ini ke daerah Pulau Barelang kelurahan Sijantung ,proyek Semenisasi jalan dengan anggaran Rp3.454.371.896.47 peningkatan jalan si jantung nomor kontrak :620/APBD-BTM/PJJ/WIL.GLG/SIJTNG/IV/12/14 ,Tanggal kontrak 23 April 2014,konsultan pengawas :CV.Raissa Gemilang ,kontraktor pelaksana PT.Jati Raja kontraktor .

Saat awak media ini melakukan wawancara kepada masyarakat setempat membenarkan pengerjaan proyek ini sempat terkendala.Salah satu warga berisial DR menuturkan pengerjaan semenisasi jalan menuju pelabuhan Si jantung tidak sesuai pada aturan .

Dimana pada saat itu sudah di lakukan semenisasi kok malah alat berat kembali bekerja untuk pengerukan tanah saluran parit kemudian di letakkan di atas jalan yang baru selesai di semenisasi.Warga menduga adanya penyimpangan anggaran.

sebelumnya kami memperoleh informasi anggaran pemasangan gorong-gorong sepanjang saluran parit di peruntukkan melalui dana PNPM mandiri dari kelurahan, malah semuanya di kerjakan oleh pihak kontraktor,ada permainan apa di balik semua ini ,apakah benar Lurah Sijantung dan kontraktor melakukan indikasi korupsi ,jelasnya.

Sorotan kian begitu tajam kepada lembaga penegak hukum anti korupsi di kota Batam prihal pengadaan proyek di kantor Dinas pekerjaan umum terkesan tumpul.Bahkan kadis PU Batam.

Yumasnur sepertinya mempunyai rasa percaya diri dan menganggap enteng tidak akan tersentuh lembaga penegak hukum anti korupsi ,sehingga beliau setiap hendak di temui untuk di konfirmasi para awak media selalu memilih menghindar.Apalagi muncul sebuah isu miring di lingkup Pemko Batam dugaan korupsi selama ini mendapat bekingan dari oknum pejabat pusat.

TIM

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY