Disnaker Batam Bungkam dan Tidak Berkutik pada Pengusaha,Walaupun Karyawan Harus Mati Tanpa Pesangon

0
431

BATAM-Zonadinamika.com. Kinerja dan mental pajabat di Disnaker kota Batam bak pejabat Bodoh dan tidak manusiawi, bahkan tertidur akbiat banyaknya perusahaan-perusahaan ternama bahkan terbesar di Batam walaupun tidak mengikutkan karyawanya sebagai peserta program jamsostek.

Bahkan Disnaker kota Batam sepertinya sudah lepas kendali alias tidak berkutik untuk menyelesaikan segala bentuk persoalan yang menimpah para buruh di kota Batam.

Di sinyalir sejumlah pejabat ini sudah tidak menjalankan tupoksinya dengan baik, akibat tebalnnya suap yang di terimah setiap bulanya.
Hasil investigasi dan penelusuran awak media ini di lapangan banyak karyawan yang menjadi korban tidak mendapatkan haknya ,bahkan jika karyawan sakit dan menjalani okname harus di tanggung oleh pihak pekerja sendiri.

Salah satu pekerja karyawan PT Cladtek bernama :Natarajan Thulukanam akibat sakit bahkan menjalani okname di rumah sakit Elisabet harus menanggung sendiri segala biaya uang perobatan tanpa adanya biaya pengganti dari PT Cladtek.

Meski permasalahan ini sudah kian cukup lama di tangani Disnaker kota Batam ,sepertinya pihak perusahaan tetap tidak menggubris ,malah PT Cladtek melakukan pemutusan hubungan kerja sepihak (PHK) terhadap karyawan tersebut tanpa membayarkan sisa kontrak kerja serta biaya perobatan selama menjalani perawatan di rumah sakit Elisabeth.

Tragisnya lagi salah satu karyawan jatuh sakit tidak ada fasilitas BPJS yang di berikan oleh pihak perusahaan yang akhirnya meninggal dunia.
Dengan berbagai peristiwa yang terjadi kepada buruh di kota Batam,Disnaker kota Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah RI ,fungsi dan tanggung jawab serta peranannya menjadi pertanyaan besar di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu karyawan Gra PARI yang bernama Justar Jungjungan meninggal dunia di peroleh informasi dari keluarganya bernama Pasaribu hari kamis tanggal 8 Oktober 2015,menyangkan sikap perusahaan tidak memberikan fasilitas jaminan kesehatan berupa Jamsostek/BPJS kepada karyawannya.

Almarhum Justar Jungjung awalnya sakit,saat kami dari pihak keluarga membawa berobat kerumah sakit Elisabeth ternyata Almarhum tidak memiliki kartu BPJS dari perusahaan,mau tidak mau segala biaya uang perobatan harus kami tunggung sendiri mencapai puluhan juta rupiah.

Karena kondisi keuangan keluarga tidak memungkinkan lagi untuk melanjutkan biaya perobatan di rumah sakit Elisabeth akhirnya pihak keluarga berinisiatif mengurus kartu BPJS secara pribadi ,karena kondisinya pada saat itu semakin kritis dan semakin mahalnya biaya tambahan pembelian obat/resep di luar rumah sakit,saat itu keuangan sudah menipis dan tidak sanggup lagi akhirnya kami memutuskan membawa Almarhum pulang ke kampung halaman untuk melanjutkan perobatan.Ternyata takdir berkata lain,Tuhan telah memanggilnya hingga di kebumikan pada hari minggu tanggal 26 September 2015.

Saya berharap kepada Disnaker Batam agar kasus ini di usut tuntas ,kok bisa-bisanya perusahaan raksasa sebesar itu begitu lama beroperasi tanpa memberikan jaminan kesehatan kepada karyawannya .

Pihak perusahaan memberikan surat pengalaman kerja serta pengembalian ijazah almarhum.Buat apa pihak perusahaan mengeluarkan surat pengalaman kerja si almarhum ,pada kenyataannya sama sekali tidak mendaftarkan ke jamsostek/BPJS.

Bagaimana mungkin pihak perusahaan mau membayarkan Jaminan Hari tua(JHT) serta ansuransi kematian almarhum sedangkan segala biaya uang perobatan di rumah sakit selama hidupnya pihak perusahaan tetap tidak mau membayar.

Anehnya lagi di saat saya meminta pertanggung jawaban segala biaya uang perobatan dan hak si almarhum dari perusahaan tempat bekerjanya ,staf perusahaan hanya menjawab “iklas-kan saja ,karena arwah almarhum sudah tenang di alam sana ”Apakah perusahaan di benarkan berkata seperti itu ,sehingga tidak bisa di jerat secara hukum ? jelasnya.

Kepala Disnaker kota Batam sdr.Drs.Zaref Riadi,MPd saat di konfirmasi media ini sebelumnya melalui ponsel selulernya menjawab.
“setiap perusahaan di wajibkan mengikut sertakan karyawan ke dalam program BPJS.Sementara kasi pengawasan dan penindakan Disnaker kota Batam Jal Friman di saat awak media ini mengirimkan pesan melalui ponsel selulernya gemgamnya prihal pemberitaan edisi sebelumnya tentang PT Cladtek menjawab “jangan sampai menyesatkan lihat permasalahan secara objektif,dengan singkat.

(SS/AMJOI)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY