Warga Tuntut Kejelasan Tanah Garapan Yang di Kuasai PT.HK

0
593

Bekasi,zona Dinamika. Tanah Yang seluas 263 hektar yang di kuasakan garapan kepada Sarkani (55) sejak 1996 oleh Thamrin Tanjung yang lengkap surat surat kuasanya dari Thmarin Tanjung,dan kemudian pada Tahun 2001 PT.Hutama Karya (HK) menguasi garapan tersebut sesuai dengan Keputusan Makamah Agung RI No.720/PID/2001 tanggal 11 Oktober 2001 Dan keputusan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat No.print-16/0.1.10/Ft.1/01/2012 Tanggal 24 Januari 2012.Berdasarkan Keputusan Makamah Agung Dan Kejaksaan Jakarta utara. Pihak PT.HK menerbitkan Surat Perintah Kerja(SPK) Kepada Warga Pantai Bakti yang koordinatornya NISIN CS yang berjumlah anggota 16 orang yang di sebut TIM 17.

Dalam SPK tersebut Di tanda tangani oleh Rahmat OBI dari Pihak PT.HK,waktu Pelaksanaan terhitung Mulai tanggal 06-02-2015 s/d 14-02-2015,Artinya bahwa SPK teresebut sudah habis masa pelaksanaannya ,tapi dari preman yang di duga Bayaran PT.HK masih menguasi lahan garapan yang membuat Puluhan warga Mendatangi Tanah garapan yang di kuasi Preman Preman Atas Perintah dari PT.Hutama Karya (Persero),minggu (12/04) Pukul 10.00 WIB.Yang berlokasi Di Desa Pantai Bakti,Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi.
Warga ingin kejelasan tentang Lahan garapan yang dikuasi preman, dengan cara mengusir para penggarap yang seluas 263 Hektar tersebut,Dan bukan Mengusir lagi bahakan preman preman tersebut memasang IMPES atau (alat penangkap udang)dan Jaring jaring ikan dan hasilnya di jual begitu saja.dari Hasil Kedua belah pihak baik dari TIM 17 dan TIM Sarkani belum ada Titik Temu.Warga Berharap agar Hak- hak selama 20 Tahun menggarap Tanah tersebut.Yang Sekarang di kuasi Garapannya Oleh PT.Hutama Karya (persero).

Alwi (42) Sebagai Penggarap anak dari Bapak Sarkani,Menjelaskan.”kejadian ini sebenarnya sangat lama yang bertahun tahun kami sebagai penggarap sangat terusik dan amat sangat di rugikan oleh yang atas namakan PT.HK yaitu dengan Tim 17 yang di koordinatori Nisin CS yang sekarang sudah menduduki lahan garapan kami,dasarnya mereka tidak jelas menurut saya mereka cacat hukum.Katanya

Lebih Lanjut Alwi,”Kalau orang tua saya (sarkani-red) bukti otentiknya sudah jelas ada seperti Surat Keterangan Desa (SKD) seluas 263 Hektar dan surat Kuasa garapan dari Bapak Thamrin Tanjung,Surat Over garapan Dari tangan Pertama,bahwa yang sah hak tanah garapan itu orang tua saya.sedangkan biaya yang di keluarkan orang tua saya untuk membiayai lahan tersebut sangat besar bukan ratusan juta lagi bahkan Milyaran rupiah,pasalnya orang tua saya menggarap dari tahun 1996 sampi sekarng bahkan lahan tersebut sebelumnya masih hutan belantara tidak sebagus sekarang,dan sekarang sudah bagus mau merebut paksa dan makan hasilnya begitu saja Oleh Preman Bayaran.Tegasnya Lebihlanjut Alwi,harapan saya begini, tolong kami Rakyart biasa yang berpedoman pada hukum tolong tindak Tim 17 yang menguasai lahan garapan kami Bukan menguasi lahannya saja isinya mereka kuasai seperti udang,ikan dengan cara memasang IMPES (alat tangkap Udang) Kami sebagai penggarap yang sah di usir usir Tidak boleh memasang udang Bukan itu saja Bahkan Tim 17 ini mengancam kami,oleh sebab itu tolong lah kami minta keadilan pada penegak hukum tegakan keadilan pada kami yang sudah menggarap tanah Bertahun tahun.Tegasnya Alwi Pada zonadinamika Dilokasi Tambak garapan,minggu (12/04).Ditambahkannya Alwi,”Saya akan perjuangkan Hak –hak orang tua saya sampai ada kejelasan dari Pihak PT.Hutama Karya (persero).

Di Tempat terpisah Dari Tim17 saat di Komfirmasi zonadinamika. “ Kalau saya tidak memperbaliki permasalan dalam hal ini,yang jelas saya sebagai tenaga pekerja di PT.HK yang di berikan SPK sesuai dengan perintah kerjanya,atau pun bicara secara hukum silahkan orang atas artinya Pihak PT.HK dengan pak Sarkani,kalau saya pekerja sesuai SPK yang mengamankan, mengambil alih Aset Utama karya sesuai dengan keputusan MA dan Kejaksaan,Itu aja dari kami.Tegasnya Tim17

Keterangan Yahya Penggarap Menuturkan kekesalnya,”Kami tidak Terima dan di rugikan dengan adanya preman –preman diduga dibayar oleh pihak PT. HK yang di komandoi oleh Tim 17 yang di Koordinatorkan oleh NISIN ,yang sangat meresahkan para penggarap.sudah satu 1bulan di kuasai secara paksa dan sudah di ancam ancam oleh Tim 17agar para penggarap tanda tangan yang tidak jelas, akhirnya para penggarap pun merasa ketakutan dan Keluar Dari Kediaman di tambak,saya merasa Mereka itu (Tim 17-red) tidak permisi kepada pengarap,Kami dari pihak keluarga Sarkani sekaligus penggarap akan tetap bertahan membela hak hak kami semuahnya selam 20 tahun mebuka lahan dan menggarap.tandasnya

Lebih lanjut,” harapan saya supaya dalam hal ini meminta kejelasan , karena kami menggarap dari tahun 1996 sampai sekarang,saya mohon kepada pemeritah kabupaten Bekasi dan pemeritahun pusat, Penegak hukum ,agar hak- hak kami ini di perjelas yang sudah menggarap selama 20 tahun,harapan Yahya. (wsm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here